Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
HD Tutup Festival Street Soccer Wali Kota Lubuk Linggau 2025
Lubuk Linggau. Festival Street Soccer Wall Wali Kota Lubuk Linggau yang ditutup Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru berlangsung di Taman Olahraga Megang Kota Lubuklinggau Jumat (17/08/2025).Dalam sambutannya HD menyampaikan Festival Street soccer Piala Wali Kota Lubuk Linggau 2025 meruapakan yang paling spektakuler."Hari ini anak anakku semua akan menyaksikan teman teman kalian mendapatkan piala sebagai juara, pesan Bapak untuk kalian yang tidak menang jangan jadikan itu masalah, karena sejatinya kalian adalah pemenang, tapi jadikan itu penyemangat bagi kalian untuk berlatih lebih giat lagi", ujar HD.Dikesempatan itu pula HD menyerahkan Piala intuk Juara 1 Festival Street Soccer Wali Kota Lubuk Linggau 2025 yang diraih SMA Negeri 5 Kota Lubuklinggau.Turut hadir Walikota Lubuk linggau Rachmat Hidayat, Bupati / Walikota se Sumsel, Kadispora Prov. Sumsel Dr.H. Rudi Irawan S.Sos. M.Si
Sumsel
Tinjau Revitalisasi RSUD Siti Aisyah LLG, HD : Pastikan Masyarakat Dapatkan Layanan Kesehatan yang Memadai dan Berkualitas
Lubuk Linggau. Usai melaksanakan Sholat jum"at Gubernur Sumsel H. Herman Deru (HD) didampingi Walikota Lubuk Linggau H. Rachmat Hidayat, Anggota DPR RI Fauzi H. Amro dan Bupati OKI Muchendi Mahzareki meninjau Revitalisasi Gedung Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Aisyah Lubuk Linggau yang berada di Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Jum'at (17/10/2025)HD melakukan pengecekan secara menyeluruh setiap ruangan Revitalisasi Gedung Rawat Inap RSUD tersebut.Di sela-sela peninjauan HD menyampaikan bahwa ada Empat pilar kesehatan yang harus kita pahami, yaitu promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Promotif berfokus pada peningkatan kesehatan secara optimal, preventif pada pencegahan penyakit, kuratif pada penyembuhan penyakit, dan rehabilitatif pada pemulihan kesehatan pasca penyembuhan."Kesehatan merupakan layanan dasar yang harus dapat diakses oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Pastikan bahwa setiap warga tanpa ada kasta dapat memperoleh layanan kesehatan yang memadai dan berkualitas", pungkasnya.Sementara itu Walikota Lubuk linggau H. Rachmat Hidayat menyampaikan bahwa Anggaran Revitalisasi Gedung Rawat Inap RSUD Siti Aisyah ini merupakan berasal dari Bantuan Gubernur Sumsel bersifat khusus sebesar 12.000.000.000,- (12 milyar rupiah) dimana nantinya Gedung Rawat Inap ini dapat berstandar BPJS, ia juga menyampaikan total dokter spesialis di RSUD ini berjumlah 22 orang dan dokter Umum ada 4 orang."RSUD ini berusaha untuk mengembangkan diri sebagai rumah sakit rujukan regional bagi masyarakat Kota Lubuklinggau dan sekitarnya sesuai dengan visi rumah sakit yaitu Rumah sakit unggulan yang bermutu dan berkualitas”,tutup nya.Turut hadir : Forkopimda Kota Lubuk linggau, para Ka. OPD Prov. Sumsel, para Ka. OPD Pemkot Lubuk linggau,Direktur RSUD Siti Aisyah Lubuk Linggau dr. Charlie Esa Kenedy, MARS. Beserta jajaran.
Sumsel
Gubernur Sumsel Hadiri HUT ke-24 Kota Prabumulih: Dorong Gotong Royong dan Kolaborasi untuk Kesejahteraan Warga
Prabumulih – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menghadiri Rapat Paripurna ke-1 Masa Persidangan ke-1 DPRD Kota Prabumulih dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-24 Kota Prabumulih yang digelar di Gedung DPRD Kota Prabumulih. Jum’at (17/10/2025). Rapat Paripurna dibuka oleh Ketua DPRD Prabumulih Denni Victoria. Dalam sambutannya, Gubernur HD menyampaikan selamat atas hari jadi ke-24 bagi Kota Prabumulih yang terus menunjukkan perkembangan positif dalam berbagai sektor. “Saya mengucapkan selamat kepada Kota Prabumulih yang sudah berusia 24 tahun. Semoga Prabumulih terus mengedepankan kesejahteraan masyarakatnya,” ujar HD. Lebih lanjut, HD memberikan apresiasi atas kinerja Wali Kota Prabumulih H. Arlan dan Wakil Wali Kota Franky yang dalam kurun waktu kurang dari delapan bulan kepemimpinannya telah menunjukkan banyak capaian nyata bagi kemajuan kota. “Saya melihat semangat kolaborasi yang kuat antara pemerintah kota, masyarakat, dan sektor swasta. Itulah kunci utama kemajuan daerah. Parameter suksesnya suatu kota terletak pada kolaborasi antarkabupaten/kota serta sinergi dengan Pemerintah Provinsi, dan saya meyakini Prabumulih telah memenuhi parameter itu,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, HD juga mengajak seluruh elemen masyarakat Prabumulih untuk terus menjaga semangat gotong royong, baik dalam kehidupan sosial maupun dalam mendukung pembangunan daerah. Sementara itu, Wali Kota Prabumulih H. Arlan menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Gubernur Sumsel dan dukungan yang selama ini diberikan Pemerintah Provinsi. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan Gubernur Sumsel melalui berbagai program dan Bantuan Gubernur Khusus (Bangubsus) yang telah membantu pemerataan pembangunan di Kota Prabumulih,” ungkapnya. Rapat Paripurna ini turut dihadiri oleh para pimpinan dan perwakilan kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, Kepala OPD Provinsi Sumatera Selatan, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, peringatan HUT ke-24 Kota Prabumulih menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat demi mewujudkan kota yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.
Sumsel
Wagub Cik Ujang Tekankan Profesionalitas Pengembang di Acara BNI: Jangan Asal Jadi, Jamin Kualitas dan Fasilitas
Palembang. Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, menghadiri acara Gathering dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Massal Developer BNI Wilayah 03 bersama para pengembang perumahan di Palembang, Jumat (17/10). Dalam sambutannya, Wagub Cik Ujang mengapresiasi sinergi antara perbankan dan pengembang, namun ia memberikan penekanan keras pada pentingnya menjaga kualitas dan komitmen. "Bersaing boleh, namun tetap mengedepankan profesionalitas, komitmen, dan jangan asal jadi," tegas Wagub. Beliau menambahkan bahwa pengembang wajib memperhatikan aspek dasar yang vital bagi masyarakat, yaitu memastikan pembangunan dilakukan di tempat yang bagus, tidak banjir, dan tersedia fasilitas umum (fasum). Ia menekankan bahwa menjaga komitmen dan kualitas serta memperhatikan aspek tata ruang merupakan kunci untuk membangun ekosistem perumahan yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat. Sementara itu, Plt. Regional Chief Officer BNI Wilayah 03 Palembang, Herry Juhaery, menyatakan bahwa momen ini sangat penting untuk membangun sinergi guna mendukung program penguatan ekosistem perumahan nasional dan program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Herry Juhaery mengungkapkan besarnya potensi di Sumatera Selatan. "Potensi posisi yang sangat strategis di Sumsel. Kebutuhan ketersediaan rumah sangat potensial, yaitu sebanyak 34.851 rumah," ujarnya. Ia menegaskan bahwa BNI sangat terbuka untuk terus bekerja sama dengan para pengembang dalam memenuhi potensi kebutuhan rumah yang sangat besar di wilayah Sumatera Selatan. Turut hadir para Ketua Asosiasi Pengembang
Sumsel
Legalitas Sumur Minyak Rakyat Dongkrak Ekonomi Daerah, Herman Deru Apresiasi Langkah Menteri ESDM
Musi Banyuasin. Momen bersejarah bagi masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) terjadi pada Kamis (16/10/2025), ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Gubernur H. Herman Deru meninjau sumur minyak rakyat di Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).Kunjungan ini menandai babak baru pengelolaan sumber daya alam di daerah, menyusul diterbitkannya Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang tata kelola sumur minyak masyarakat.Dalam kesempatan itu, Herman Deru menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada pemerintah pusat yang telah memberikan ruang legal bagi masyarakat untuk mengelola sumur minyak.“Selama ini masyarakat hanya bisa berharap. Sekarang mereka bisa mengelola potensi daerahnya sendiri dengan sah. Ini bukan hanya soal energi, tapi soal kesejahteraan,” ujar Herman Deru.Menurut Gubernur, dengan dilegalkannya sumur minyak rakyat, masyarakat dapat bekerja tanpa rasa takut dan stigma negatif. Hal ini juga diharapkan mampu mengurangi praktik ilegal serta meningkatkan pendapatan warga.Ia mencontohkan Kabupaten Musi Banyuasin yang kini memiliki angka kemiskinan satu digit. “Bayangkan, baru isu legalisasi saja sudah berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Apalagi jika regulasi ini berjalan penuh,” ujarnya.Sementara itu, Menteri Bahlil menegaskan bahwa pengelolaan sumur minyak rakyat tetap harus melalui koperasi, UMKM, atau BUMD agar lebih terorganisasi dan sesuai prosedur.“Mulai hari ini, koperasi dan UMKM bisa mengelola sumur minyak secara resmi. Tapi tetap harus memperhatikan keselamatan dan lingkungan,” jelas Bahlil.Ia juga menambahkan bahwa hasil produksi minyak rakyat akan dihitung sebagai bagian dari produksi nasional, dengan harga jual sebesar 80% dari ICP (Indonesian Crude Price).“Dengan begitu, tidak ada lagi penjualan ke pihak tidak resmi. Semua terintegrasi dari hulu hingga hilir,” tegasnya.Kebijakan ini disambut gembira oleh masyarakat. Joko dan Anita, warga Muba, menyebut bahwa aturan baru ini membuat mereka tenang bekerja dan membuka peluang kerja bagi banyak orang di sekitar.“Kami bersyukur sekali. Akhirnya kerja keras kami diakui. Ini bukan hanya membantu ekonomi keluarga, tapi juga menghidupkan desa,” ujar Anita penuh haru.Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Sumsel kini melangkah maju menjadi daerah yang mandiri energi, berdaulat, dan berkeadilan bagi seluruh warganya.
Sumsel
Gubernur Sumsel Resmikan PLTS Irigasi di Muara Enim: Inovasi Energi untuk Sawah yang Lebih Sejahtera
Muara Enim – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Irigasi di Desa Matas dan Desa Tanjung Karangan Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim Kamis (16/10/2025). Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025.Peresmian ini menjadi momen penting bagi masyarakat Muara Enim, sebab PLTS Irigasi ini merupakan bentuk nyata inovasi energi ramah lingkungan yang langsung menyentuh kehidupan petani di lapangan. Dengan adanya PLTS Irigasi, pengairan sawah kini tidak lagi bergantung pada jaringan listrik konvensional, melainkan memanfaatkan energi matahari yang efisien dan berkelanjutan.Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim yang dinilainya sebagai daerah dengan tingkat inovasi yang tinggi.“Muara Enim ini luar biasa. Banyak inovasi yang lahir dari kerja sama antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat. Inovasi seperti PLTS Irigasi ini menunjukkan bahwa kemajuan bisa dimulai dari desa,” ujar Deru.Ia menambahkan bahwa Sumatera Selatan menjadi inisiaror pertama yang menerapkan konsep “listrik masuk sawah” melalui PLTS Irigasi.“Kalau dulu irigasi masih menggunakan kabel dan daya listrik biasa, sekarang cukup dengan tenaga surya. Jika dimanfaatkan secara optimal, ini akan sangat membantu petani dan mendukung Sumsel mempertahankan predikat sebagai salah satu penghasil beras terbesar di Indonesia,” lanjutnya.Sementara itu, Bupati Muara Enim mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumsel dan Gubernur Herman Deru atas dukungan serta kehadirannya di tengah kesibukan.“Terima kasih Pak Gubernur atas perhatian dan bantuan nyata untuk masyarakat kami. Kehadiran Bapak hari ini menjadi semangat bagi kami untuk terus berinovasi agar Muara Enim semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Muara Enim Sumarni, Direktur SDM PT Bukit Asam Ihsanudin Usman, para Kepala OPD Pemprov Sumsel, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.Peresmian PLTS Irigasi ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan dunia usaha dalam mewujudkan energi hijau untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Sumatera Selatan.
Sumsel
Wagub Sumsel H. Cik Ujang Terima Silaturahmi Direksi PT Pusri Palembang
Wakil Gubernur Sumatera Selatan menerima kunjungan silaturahmi Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang beserta jajaran di Ruang Tamu Wakil Gubernur, Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (16/10/2025).Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus membahas sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan PT Pusri dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya sektor industri dan ketahanan pangan.turut hadir Para Ka. Opd Prov Sumsel
Sumsel
Meski Tidak Ada Kasus Penularan Lokal Malaria di Sumsel 3 Tahun Terakhir, HD Minta Masyarakat Tetap Waspada
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD), menerima kunjungan tim penilai pusat terkait eliminasi malaria tingkat Provinsi. Pertemuan tersebut berlangsung di VIP Room Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Kamis (16/10). Tim penilai pusat dipimpin oleh Ketua Tim Penilai Eliminasi Malaria Nasional, dr. Ferdinand J. Laihad, MPHM, didampingi oleh Expert Malaria, William Anderson Hawley, Ph.D.Gubernur Herman Deru menyambut baik kehadiran tim penilai, menegaskan bahwa momen ini sangat penting untuk membangkitkan kembali kewaspadaan seluruh komponen masyarakat terhadap penularan malaria."Kehadiran tim ini membangunkan kita terhadap penularan malaria yang selama ini sudah jarang kita dengar. Tugas utama kita sekarang adalah menyadarkan masyarakat untuk waspada dan memberikan edukasi terhadap penyebaran, terutama dalam upaya membasmi nyamuk sebagai vektor utamanya," ungkap HD.Ketua Tim Penilai Eliminasi Malaria Nasional, dr. Ferdinand J. Laihad, memberikan apresiasi atas capaian Sumsel. Beliau mengingatkan bahwa dahulu Sumsel dikenal sebagai daerah endemis malaria yang tinggi."Namun, dalam tiga tahun terakhir, Sumatera Selatan telah menunjukkan kemajuan signifikan dengan tidak adanya penularan malaria lokal selama tiga tahun berturut-turut," jelas dr. Ferdinand.Ia menambahkan, kasus malaria yang terdeteksi saat ini di Sumsel umumnya merupakan kasus transfer atau impor, di mana penularan terjadi dari orang yang datang dari daerah endemis lain (seperti Papua atau Bokan Ilir), kemudian nyamuk di Palembang menularkan parasit tersebut ke manusia sehat lainnya.Oleh karena itu, langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh Pemprov Sumsel adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap pendatang dari wilayah endemis dan terus mengintensifkan penyuluhan kepada masyarakat.Adapun ciri-ciri umum malaria yang harus diwaspadai masyarakat adalah demam, menggigil, sakit kepala, dan panas tinggi.Pemerintah Provinsi Sumsel berkomitmen penuh untuk memenuhi semua kriteria penilaian demi mencapai target status eliminasi malaria secara resmi.Turut hadir Para Kepala OPD.
Sumsel
Gubernur Herman Deru dan Wakil Ketua DPR RI Tinjau Sentra Ketahanan Pangan di Banyuasin
Banyuasin. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru bersama Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) H. Saan Mustopa melakukan peninjauan sekaligus berdialog dengan para petani di wilayah Lumbung Padi Nasional dan Sentra Ketahanan Pangan Utama yang berlokasi di Desa Seri Menanti, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Rabu (15/10).Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Herman Deru menyampaikan bahwa Kabupaten Banyuasin merupakan salah satu daerah penyangga utama ketahanan pangan di Sumatera Selatan. Ia menegaskan bahwa sebagian besar masyarakat Sumsel berprofesi sebagai petani kebun dan sawah, dengan potensi komoditas unggulan yang besar.“Sekitar 80 persen sawit dimiliki oleh perkebunan besar, sementara 99 persen kebun karet adalah milik masyarakat. Untuk kopi, Sumsel menempati urutan ketiga terbesar di dunia,” ujar Herman Deru.Gubernur juga mengapresiasi semangat kerja dan pengelolaan air serta irigasi di kawasan tersebut. Ia menambahkan, Pemprov Sumsel terus berupaya meningkatkan kapasitas petani melalui program Pendamping Peningkatan Ekonomi Pertanian (P2EP) yang melibatkan sekitar 2.000 penyuluh pertanian di seluruh provinsi.“Di titik ini telah dilakukan optimalisasi lahan untuk mendukung swasembada pangan dengan luas kurang lebih 300 hektare. Produksi pun terus meningkat. Pemerintah Provinsi juga telah menyalurkan bantuan kepada 17 kabupaten/kota dengan total nilai mencapai lebih dari 2 triliun rupiah,” jelasnya.Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI H. Saan Mustopa dalam sambutannya menyampaikan komitmen DPR bersama mitra kementerian terkait untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada pangan pada tahun 2027 tanpa bergantung pada impor.“Daerah penghasil pangan seperti Banyuasin harus mendapatkan perhatian dan dukungan lebih besar. Di titik ini, kami melihat luar biasa — petani bisa panen sampai tiga kali setahun,” kata Saan Mustopa.Ia menegaskan, DPR bersama kementerian akan terus mendorong program swasembada pangan melalui peningkatan produksi, modernisasi pertanian, dan peningkatan kesejahteraan petani.“Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan semangat baru bagi para petani di Sumsel. Insyaallah, kami akan memberikan dukungan maksimal agar cita-cita mewujudkan swasembada pangan bisa terwujud,” tambahnya.Sebelumnya, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur dan Pimpinan DPR RI terhadap sektor pertanian di Banyuasin.“Selamat datang di Kabupaten Banyuasin. Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Ketua DPR RI. Potensi pertanian Banyuasin sangat besar, bahkan menurut data BPS, kami menempati peringkat kedua untuk produksi gabah kering giling di Sumsel,” ujar Neta.Ia juga berharap perhatian pemerintah pusat dan provinsi dapat terus mengalir, terutama dalam peningkatan infrastruktur pendukung seperti perbaikan jaringan irigasi untuk memperkuat produktivitas pertanian di daerahnya.