Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Pemprov Sumsel Perkuat Pengarusutamaan Gender Demi Wujudkan Pembangunan Inklusif Menuju Indonesia Emas 2045

Penulis: TIm Liputan Diskominfo Sumsel
28 October 2026 07:00 WIB Dibaca 17 Kali
Pemprov Sumsel Perkuat Pengarusutamaan Gender Demi Wujudkan Pembangunan Inklusif Menuju Indonesia Emas 2045

Palembang. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) menegaskan komitmen kuat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan responsif gender.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Verifikasi Lapangan Evaluasi Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) Tahun 2024–2025 sebagai bagian dari tahapan penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (PPE) bagi Kepala Daerah, yang berlangsung di Ruang Rapat Bina Praja Pemprov Sumsel, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra, serta dihadiri melalui daring  Tim Verifikator Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia yang dipimpin oleh Asisten Deputi PUG Bidang Politik, Keamanan, Hukum, HAM, Imigrasi, Pemasyarakatan, dan Pemerintahan Daerah Wilayah I selaku Ketua Tim Verifikator, Dr. IIP Ilham Firman, S.STP, M.Si, didampingi anggota tim Dwi Sutarto, S.E. dan Riviana Dwi Agustina, S.Sos.

Mengawali acara tersebut, Ketua Tim Verifikator Kemen PPPA RI, Dr. IIP Ilham Firman, menekankan pentingnya percepatan agenda PUG untuk menjawab tantangan struktural dan kultural bangsa. Ia mengingatkan bahwa optimalisasi penyetaraan gender sangat bergantung pada kepemimpinan kepala daerah dan integrasinya dalam indikator perencanaan pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Sekda Sumsel Edward Candra menyampaikan apresiasi kepada Kemen PPPA atas pelaksanaan verifikasi lapangan ini. Menurutnya, PUG bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, dan Anugerah Parahita Ekapraya bukan sekadar mengejar predikat semata.

"PUG merupakan strategi pembangunan untuk memastikan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan, akses, partisipasi, kontrol, serta memperoleh manfaat pembangunan secara adil dan setara," ujar Edward Candra.

Ia menambahkan, keberhasilan PUG tidak dapat dicapai hanya oleh Dinas PPPA saja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, hingga pelaporan.

Dalam pemaparan kinerjanya, Edward membeberkan sejumlah indikator makro pembangunan Sumsel yang menunjukkan tren positif sepanjang periode 2024–2025 Antara lain indeks Pembangunan Manusia (IPM) Mencatat peningkatan sebesar 0,92 poin (1,25%) dan berada dalam kategori tinggi. Sebanyak 14 kabupaten/kota di Sumsel kini berada di atas capaian nasional.

Selain itu, Indeks Pembangunan Gender (IPG) Pada tahun 2025 mencapai 94,09, berada di atas rata-rata capaian nasional yang sebesar 91,63. Dan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) yang Konsisten menurun selama lima tahun terakhir. Pada tahun 2025, IKG Sumsel berkurang 0,077 poin, mengindikasikan semakin menyempitnya kesenjangan dan membaiknya kesetaraan gender di daerah.

"Capaian Anggaran Responsif Gender (ARG) tahun 2025 mengalami kenaikan 2,88% dibanding tahun sebelumnya, dengan 37 OPD aktif melaksanakan analisis gender serta 105 sub-kegiatan yang teranalisis, " Jelasnya.

Salah satu sorotan utama dalam verifikasi ini adalah keberhasilan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang kini telah naik kelas menjadi ekosistem rantai pasok dari hulu ke hilir (GSMP Goes to Office, Goes to School, GSMP Menyala, hingga Goes to Panti Sosial).

"GSMP terbukti memberikan outcome gender yang luar biasa. Berdasarkan data, dari 250 ribu warga Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menerima bantuan bibit dan sarana produksi, mayoritas pengelolanya adalah kaum ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT), " Jelasnya.

Melalui program ini, perempuan di Sumsel tidak lagi sekadar menjadi konsumen, melainkan produsen pangan mandiri yang memperoleh pendapatan tambahan berkisar Rp600.000 hingga Rp800.000 per bulan.

Hebatnya lagi, hasil panen KWT kini diserap langsung untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), menciptakan sirkulasi ekonomi perempuan yang jelas sekaligus sukses mengendalikan inflasi tahunan Sumsel di angka 2,55% (yoy) per September 2026—jauh di bawah angka inflasi nasional.
Harapan Menuju Masa Depan

"Kami berharap Pemprov Sumsel akan mendapatkan masukan, penguatan, serta rekomendasi konstruktif untuk memperkuat kelembagaan PUG, memperbaiki ketersediaan data terpilah melalui portal Satu Data Sumsel (SIMATA), serta memastikan hasil pembangunan dirasakan secara nyata dan adil oleh seluruh lapisan masyarakat Sumatera Selatan, " Tandasnya.

Galeri Foto Berita

Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Bagikan Artikel
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.