Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru meninjau langsung Posko Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan di Kecamatan Kertapati, Palembang, Senin (7/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dan sarana penanganan Karhutla, khususnya di wilayah Kertapati yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ogan Ilir.
“Kita sebagai aparatur harus sigap. Mitigasi harus bagus, termasuk memprediksi kemarau panjang dan kondisi kekeringan. Kita juga harus tegas terhadap korporasi yang melanggar,” tegasnya.
Ia juga meminta pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak dapat diperkuat, termasuk membuka pelayanan kesehatan selama 24 jam apabila diperlukan.
Herman Deru menekankan agar penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan saat api sudah muncul. Sosialisasi kepada masyarakat dan pencegahan di lapangan harus berjalan beriringan.
“Jangan sampai lahan terbengkalai dan kemudian menjadi pemicu kebakaran. Kita fokus bekerja di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Camat Kertapati Rifandi Putra melaporkan, sepanjang Januari hingga 7 September 2026, total mencapai 43 kejadian.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kramasan karena lokasinya berdekatan dengan permukiman penduduk.
Dampak kekeringan dan kabut asap juga menjadi perhatian dari sisi kesehatan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palembang, terjadi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dengan rata-rata 15–20 pasien per hari di setiap puskesmas kecamatan.
Kasus tersebut cukup banyak ditemukan pada kelompok usia 5–9 tahun hingga 9–22 tahun. Untuk mendukung penanganan, fasilitas kesehatan juga telah dilengkapi dengan alat nebulizer.
Di akhir peninjauan, Herman Deru menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada petugas Posko Satgas Karhutla Kertapati dan meninjau langsung salah satu titik kebakaran di wilayah yang berseberangan dengan Kabupaten Ogan Ilir.
Turut hadir d Wali Kota Palembang Ratu Dewa serta para Kepala OPD Pemprov Sumsel.