PALEMBANG – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap di Sumatera Selatan terus diperkuat melalui koordinasi lintas instansi, pemadaman di lapangan, dan penerapan metode tambahan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).
Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian adalah peningkatan jarak pandang di sekitar wilayah penyemaian dry ice di Palembang. Berdasarkan keterangan BPBD Sumsel yang diberitakan pada 16 Oktober 2026, jarak pandang yang sebelumnya berada di kisaran 650 meter meningkat menjadi sekitar 2.800 meter setelah pelaksanaan penyemaian.
Pada 15–16 Oktober 2026, BNPB melaksanakan penyemaian dengan total 2,4 ton dry ice dalam tiga sorti penerbangan. Metode tersebut merupakan bagian dari upaya membantu mengurangi konsentrasi asap yang terperangkap di atmosfer dan memperbaiki jarak pandang.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru terus mendorong agar penanganan karhutla dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui upaya pemadaman di darat maupun dukungan operasi udara sesuai kondisi lapangan. Koordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait juga diperlukan untuk memastikan setiap langkah penanganan dapat berjalan secara optimal.
Perkembangan awal setelah penyemaian dry ice menjadi salah satu indikator yang perlu dipantau lebih lanjut. Evaluasi tetap diperlukan untuk mengetahui efektivitas metode tersebut, termasuk perubahan kualitas udara, jarak pandang, dan kondisi atmosfer pada waktu serta lokasi yang berbeda.
Penanganan karhutla tidak berhenti pada upaya mengurangi kabut asap. Pemadaman sumber kebakaran, pencegahan kebakaran berulang, penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran, serta perlindungan kesehatan masyarakat tetap menjadi bagian penting dari penanganan secara menyeluruh.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mendorong koordinasi dan langkah penanganan sesuai kewenangan masing-masing instansi. Informasi mengenai perkembangan kondisi udara dan penanganan karhutla perlu disampaikan secara berkala agar masyarakat memperoleh gambaran yang akurat mengenai situasi di lapangan.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap memperhatikan informasi kualitas udara dan anjuran kesehatan dari instansi berwenang, terutama apabila kabut asap masih terpantau di wilayah tempat tinggalnya.