Palembang. Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan terus diperkuat melalui sinergi seluruh pihak. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat mengikuti Rakor Teknis Penanggulangan Karhutla Prov. Sumsel Tahun 2026 Kantor BPBD Sumsel, Selasa (15/9/2026).
“Alhamdulillah, kerja keras seluruh satgas pemadaman sudah optimal dan hasilnya sudah terlihat. Kontribusi water bombing hanya sekitar 10 persen, artinya kontribusi masyarakat dan satgas darat sangat berperan dalam penanganan Karhutla ini,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, perhatian Pemerintah Pusat terhadap kondisi Karhutla di Sumsel juga menjadi bentuk dukungan sekaligus penguatan koordinasi dalam menghadapi ancaman kebakaran.
“Hari ini kita mendapat perhatian khusus dengan kedatangan Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB. Ini menunjukkan bahwa penanganan Karhutla menjadi perhatian bersama,” katanya.
Herman Deru juga menyoroti Kondisi geografis wilayah yang relatif rendah menyebabkan asap yang menganggu aktivitas masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah mencermati indikator kualitas udara (ISPU) sebagai salah satu pertimbangan dalam mengambil kebijakan, termasuk kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila kondisi tidak memungkinkan belajar tatap muka.
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pentingnya konsolidasi dan integrasi data dalam penanggulangan Karhutla.
"Pengelolaan data yang terintegrasi akan membantu pemerintah dalam mengorganisasikan penanganan secara lebih baik, termasuk dalam menentukan prioritas dan mengalokasikan sumber daya secara tepat", ujar Menhut.
Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto mengapresiasi kinerja Satgas Karhutla Sumsel yang dinilai telah bekerja maksimal.
"Keberhasilan memadamkan sekitar 404,22 hektare lahan merupakan capaian luar biasa. Meski demikian, kontribusi satgas darat tetap perlu terus dioptimalkan", kata Suharyanto.
Turut hadir Forkopimda Sumsel, Sejumlah Bupati/Walikota yang sempat hadir dan Para Kepala OPD.