Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD) menghadiri kegiatan Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Wilayah Sumatera Selatan sekaligus pelantikan Pengurus Wilayah (PW) IWSS Sumsel periode 2026–2031 yang berlangsung di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Rabu (9/9/2026).
Dalam sambutannya, Herman Deru, menyampaikan bahwa IWSS memiliki peran penting dalam menjaga, melestarikan, sekaligus menyaring budaya di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan zaman.
Menurut Herman Deru, setidaknya terdapat tiga tugas penting yang perlu menjadi perhatian IWSS. Pertama, menghormati budaya di mana pun organisasi dan anggotanya berada.
Kedua adalah menjadi benteng bagi masuknya budaya asing. Ketiga, IWSS memiliki tanggung jawab untuk menjaga budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.
“Saya berharap di kepengurusan yang baru ini, IWSS harus berperan aktif dalam membina perempuan agar mampu membela diri dan menjaga kehormatan, agar tidak mudah direndahkan. Sehingga mampu berdiri sejajar dengan kaum laki-laki,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum IWSS, Dra. Hj. Andi Nurhiyari, M.Si., mengatakan bahwa IWSS saat ini telah berkembang di 36 provinsi di Indonesia, bahkan telah memiliki kepengurusan di sejumlah negara di luar negeri.
Ia berharap IWSS Sumsel dapat mengemban amanah organisasi dengan baik, memajukan masyarakat, serta terus bersinergi dengan pemerintah.
Ia berpesan kepada seluruh anggota IWSS di Sumatera Selatan untuk senantiasa menjaga nama baik masyarakat Sulawesi Selatan di mana pun berada.
Pada kesempatan yang sama, Ketua BPW KKSS Sumsel, H. Syamsudin, S.H., M.H., berharap kepengurusan IWSS Sumsel yang baru dilantik dapat terus mendukung dan bekerja sama dengan pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan.
Turut hadir Ketua PW IWSS Sumsel, Andi Siti Nurbaya, AMS, dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Herman Deru Dorong IWSS Jadi Benteng Budaya dan Mitra Pemerintah
Penulis: TIm Liputan Diskominfo Sumsel
09 September 2026 14:46 WIB
Dibaca 13 Kali
Galeri Foto Berita
Berita Terkait