Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Halbil Perantau Sumsel se Sumbagsel: Sinergikan Peran Putra Daerah Dukung Kemajuan Pembangunan Sumsel

Penulis: TIm Liputan Diskominfo Sumsel
25 April 2026 17:19 WIB Dibaca 631 Kali
Halbil Perantau Sumsel se Sumbagsel:  Sinergikan Peran Putra Daerah  Dukung Kemajuan Pembangunan Sumsel

Palembang. Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang menjadi tuan rumah acara Halal Bihalal Masyarakat Perantau asal Sumsel   dari 5 Provinsi di Sumatera Bagian Selatan, yaitu Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jambi dan Bangka Belitung.  Bertempat di Griya Agung Palembang, Sabtu (25/04/2026).

Terlihat  Mendagri RI Tito Karnavian, Menko Pangan Zulkifli Hasan , Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Mendes PDT Yandri Susanto, Stafsus Presiden M. Qodari Tokoh Masayarakat Aburizal Bakrie & Hatta Rajasa,  Para Gubernur se Sumbagsel, serta sejumlah tokoh nasional asal Sumbagsel lainnya.

Mengenakan pakaian adat Sumatera Selatan yang menarik, Gubernur Sumsel H. Herman Deru tampil gagah mengatakan kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa kekuatan Sumbagsel tersebar di seluruh lini pemerintahan pusat, mulai dari eksekutif, legislatif, hingga yudikatif.

“Hari ini gagasannya yang paling mahal.  Pertemuan ini bukan untuk unjuk gigi, namun membuktikan bahwa kita ini besar, kita ini kuat, dan luar biasa. Kami di Sumsel bertindak sebagai tuan rumah karena merasa sebagai dulur paling tuo,” ungkap Herman Deru.

Senada dengan itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan, yang merupakan inisiator awal pertemuan ini bersama Sufmi Dasco Ahmad, menyebutkan bahwa potensi SDM dan SDA di lima provinsi Sumbagsel harus disinergikan demi kemajuan daerah.

“ Silaturahmi dan ikatan batin adalah kebutuhan. Ini momentum untuk menyatukan kekuatan agar mampu berkontribusi nyata bagi daerah tercinta,” tegas Zulkifli.

Mendagri H. Tito Karnavian, membawa suasana menjadi hangat dan penuh tawa saat menceritakan memori masa kecilnya di Palembang. Ia menekankan bahwa semangat persaudaraan ini harus menjadi akses percepatan pembangunan di daerah asal.

“Malu kito Pak kalau ditanya orang, ngapoi bae jadi wong pusat selamo ini (apa saja kerjaan orang pusat selama ini untuk daerah). Ini bukan feodalisme, tapi secara natural kita ingin berbuat sesuatu untuk tanah kelahiran,” kelakar Tito.

Galeri Foto Berita

Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Bagikan Artikel
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.