Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Elen Setiadi Hadiri Rapat Lanjutan Penyelesaian Illegal Drilling di Kab. Muba

Penulis: Admin Kominfo
23 December 2024 16:57 WIB Dibaca 1060 Kali
Elen Setiadi Hadiri Rapat Lanjutan Penyelesaian Illegal Drilling di Kab. Muba

Palembang. Penjabat (Pj.) Gubernur Sumsel Elen Setiadi menghadiri rapat lanjutan penyelesaian Illegal Driling pada lahan HGU PT. Hindoli yang dihadiri oleh Penjabat Bupati Musi Banyuasin Sandi Fahlevi dan beberapa jajaran PT.Hindoli. Bertempat di Hotel Santika Bandara, Senin (23/12/2024). 

Elen Setiadi mengatakan yang paling utama saat ini adalah bagaimana penyelesaian terhadap regulasi sehingga penindakan dapat dilakukan dengan baik dan kegiatan Illegal Driling dimanapun yang ada di wilayah Provinsi Sumsel harus diselesaikan bukan hanya di lahan PT. Hindoli namun secara keseluruhan. 

"Saya setuju untuk segera ada tindakan, kami akan minta semua dukungan ke Stakeholder namun nanti akan segera dikoordinasikan kembali terkait penindakannya seperti apa, pada intinya kita akan tindak kegiatan Illegal Drilling di wilayah kita"ungkapnya. 

Sementara itu Penjabat Bupati Musi Banyuasin Sandi Fahlevi mengatakan telah terjadi kegiatan Illegal Drilling di beberapa wilayah seperti di desa Tanjung dalam Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin yang mana dalam kurun waktu enam (6) bulan sudah sebanyak enam (6) kali terjadi kebakaran lahan. 

"Dampaknya luar biasa pak Gub, dilahan PT tersebut tanaman sawit-sawit banyak yang mati maupun biota lainnya sudah rusak dan mati, segala upaya sudah kami lakukan namun setiap dilakukan penertiban aksi masyarakat terus melakukan perlawanan, kami meminta agar adanya penyempitan ruang gerak berupa pembuatan parit gajah dan adanya penertiban secara tegas"ungkapnya 

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari PT. Hindoli Saiful menyampaikan bahwa masyarakat masuk dan menambang secara Illegal dilahan dengan secara bebas sehingga PT.Hindoli mengalami kerugian dan kerusakan lahan. 

"Telah dilakukan penertiban namun ada perlawanan dan intimidasi dari masyarakat, sehingga estimasi kerugian hingga desember sekitar 12M", papar Syaiful. 

Turut Hadir Kapolres Musi Banyuasin AKBP Listiyono Dwi Nugroho SIK MH dan Fotkopimda lainnya.

Galeri Foto Berita

Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Galeri Berita
Bagikan Artikel
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.