Portal Resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

H. Herman Deru Dukung Revitalisasi Dewan Adat Untuk Mempertahankan Kearifan Lokal

Kamis, 28 November 2019 (21:19) - (51 DIBACA) - Sumsel

Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru dukung Revitalisasi Dewan Adat Sumsel, karena Adat merupakan benteng untuk mempertahankan dan melestarikan Kearifan Lokal.

Dukungan tersebut diutarakan oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru pada saat menerima Tim Persiapan Revitalisasi Kepengurusan Sementara Dewan Adat Sumsel di Ruang Tamu Gubernur, Kamis (28/11/2019).

Revitalisasi adalah suatu proses atau cara untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya terperdaya.

"Saya punya orientasi khusus terhadap adat, saya meyakini bahwa adat adalah benteng terbesar dalam mempertahankan kearifan lokal. Jadi saya berterima kasih kepada bapak-bapak yang menggagas hal ini. Tapi untuk pembentukan awal setelah vakum, saya minta agar ada kepengurusan baru maksimal pada akhir tahun ini," ujarnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Herman Deru langsung mengarahkan agar ada rapat lanjutan antara kepengurusan dewan adat Sumsel dengan Pemprov Sumsel melalui OPD terkait untuk dilakukanpembedahan pada Perda terkait tentang pembentukan lembaga adat di Sumsel sehingga perda itu dapat diperbaharui atau disempurnakan dengan SK Gubernur.
.
"Saya tidak ingin Sumsel tidak punya lembaga adat karena melalui lembaga ini maka adat yang ada di Sumsel tidak akan terkikis oleh kemajuan zaman, lembaga ini ada berperan untuk mempertahankan adat yang berlaku di Sumsel," ungkapnya.

Lanjutnya, Ia berharap penentuan ketua lembaga ini harus dilakukan dengan musyawarah dan mempertimbangkan kepahamanannya terhadap adat di Sumsel dan juga seseorang yang bebas dari pengaruh politik, dengan tata cara pemilihan ketua di tingkat Prov, kabupaten, kota, kecamatan dan desa.

"Soal siapa ketuanya lakukan musyawarah, asal kita berpegang teguh agar lembaga ini tidak ada keterlibatan unsur politik, dengan wakil ketua yang berasal dari 9 suku batanghari. Pilihlah sosok ketua yang jadi representasi adat Sumsel. Namun saya minta pada tingkat kec kecamatan sebutan untuk ketuanya diganti saja namanya menjadi pesirah adat," pintanya.

Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Najib dan Kadisbudpar Prov Sumsel, Aufa Syahrizal.

MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM