Portal Resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Karena Anak Adalah Masa Depan Palembang Harus Punya RTHA

Kamis, 28 November 2019 (16:04) - (42 DIBACA) - Sumsel

Jogyakarta, sumselprov.go.id -- Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru bersama Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Hj Fauziah Mawardi Yahya melakukan study banding  sekaligus menyerap ilmu dengan melakukan kunjungan ke Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat Di Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Brontokusuman Berlian, Yogyakarta,  Rabu (27/11).

Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru mengatakan hingga saat ini pihaknya telah melakukan sosialisasi ke kabupaten/kota terkait dengan perlindungan anak. Namun pihaknya tetap berupaya menimba ilmu dengan study banding kesejumlah lembaga dan komunitas peduli anak.

"Ini menarik sekali. Banyak hal yang kita petik dan pelajari dari PATBM Brontokusuman. Kelurahan ini benar-benar ramah anak. Kita sudah lakukan sosialisasi ke kabupaten/kota melalui Pokja 1 PKK, dan sebagian besar punya ruang ramah anak," tutur Feby.

Dilanjutkan Ibu empat putri itu, dirinya juga segera menggagas dan mengkonsep agar Palembang memiliki RTHRA seperti yang ada di Yogyakarta

"Kita juga wujudkan RTHRA ini meski lokasinya belum kita tentukan. Namun pasti kita lakukan. Karena anak adalah masa depan kita, mereka membutuhkan ruang gerak untuk beraktivitas," tandasnya.

Sementara itu Aminah Kepala Bidang P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak (PPA) Sumsel mengatakan, pada 2020 mendatang PPA Sumsel tetap fokus pada pendampingan terhadap korban kekerasan anak.

"Kita selalu memberikan pendampingan juga sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak. Masyarakat harus terus diedukasi dan dukungan semua pihak kita sangat harapkan," tegas Aminah.

Dilain pihak Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)  Dinas PPA Sumsel, Musharminah mengatakan pencegahan kekerasan terhadap anak bisa secara optimal dilakukan jika masyarakat mempunyai kesadaran.

"Seringkali dijumpai terjadinya kekerasan terhadap anak akibat masyarakat di lingkungan terdekat cenderung abai. Sudah kita lakukan upaya-upaya agar masyarakat memiliki kesadaran dan kepedulian, yang pada akhirnya dapat menekan terjadinya kekerasan terhadap anak" ujarnya.

Ketika berkunjung di PATBM Brontokusuman Berlian ini, Feby Deru bersama Fauziah Mawardi Yahya menyimak penjelasan dan paparan Aris Badarudin Toha, Ketua Seksi PATBM Brontokusuman Berlian, divisi bidang pembinaan karakter anak.

Dalam paparannya di hadapan Ketua TP PKK Sumsel, Aris menjelaskan latar belakang terbentuknya PATBM Brontokusuman yang merupakan sebuah gerakan dari masyarakat yang berkomitmen melakukan upaya pencegahan dan respon cepat terjadinya kekerasan terhadap anak dengan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap dan perilaku yang memberikan perlindungan kepada anak.

Sejumlah program kerja seperti perlindungan dan pelayanan terpadu meliputi penanganan psikologis dan spiritual, medis, hukum dan sosial ekonomi bagi korban kekerasan terus diberikan.

"PATBM Brontokusuman memberikan layanan konseling/pengaduan pada Senin dan Kamis, mulai pukul 08:00 -12: 00 wib. PATBM dapat berjalan secara maksimal selain keterlibatan dari pihak terkait dan pemangku kebijakan, juga terpenting adalah kesadaran dari masyarakat sekitar untuk peduli terhadap kekerasan anak,"  papar Aris.

Dijelaskan, pencegahan kekerasan terhadap anak pun dapat dilakukan dengan menyediakan Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RTHRA).

"Adanya RTRHA memberikan keleluasaan bagi anak untuk bergaul dan bersosialisasi terhadap anak seusianya, sehingga mencegah dan meminimalisir anak mengalami kekerasan yang biasanya dilakukan oleh orang-orang dalam lingkungannya sendiri," pungkasnya.

MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY