Struktur Pemerintahan

 Provinsi
       Gubernur
       Wakil Gubernur
       Sekretariat
       Dinas
       Badan
 Kabupaten
       Banyuasin
       Empat Lawang
       Lahat
       Musi Banyuasin
       Muara Enim
       Musi Rawas
       Ogan Ilir
       Ogan Komering Ilir
       Ogan Komering Ulu
       OKU Selatan
       OKU Timur
 Kota
       Lubuk Linggau
       Pagar Alam
       Palembang
       Prabumulih

   Objek Wisata

 Jembatan Ampera
 Pulau Kemaro
 Rumah Limas
 Kawah Tekurep
 Kerajaan Sriwijaya
 Masjid Agung
 Musium
 Songket
 Sungai Musi
 Punti Kayu
 Ukiran Kayu
 Benteng Kuto Besak
 Monpera
 Sabokingking
 Bukit Siguntang

   Pengunjung

Hari ini : 127
Total : 196615
IP Anda : 38.107.191.91
» detail...

   Support
























Wakil Gubernur

Menitih Dari Bawah

Gaya bertuturnya tegas, lugas, dan jelas. Mereka yang tak mengenalnya secara mendalam akan menyangka Eddy Yusuf seorang pendiam. Padahal ia sosok yang hangat. Kalau sudah berbicara, Eddy Yusuf terkesan  berapi-api. Ia pandai menyakinkan lawan bicaranya.

Semasa menjabat Bupati Ogan Komering ulu (OKU), ia tak menyukai formalitas dan aturan protokoler. Eddy Yusuf sangat egaliter, ia ingin selalu dekat dengan rakyatnya. Ia sosok yang dinamis, pekerja keras, dan memiliki fighting spirit yang tinggi dalam mengarungi samudera kehidupan.

Karena gayanya itu, orang menjulukinya sebagai “Soekarno Kecil”. Beberapa kolega dan tokoh masyarakat mengenalnya sebagai representasi pemimpin daerah yang visioner. Hal ini terlihat bagaimana pengagum Soekarno dan Jenderal Sudirman ini melakukan kajian strategis dalam pembangunan OKU, yang hasilnya mengagumkan.

Eddy Yusuf lahir Di Baturaja pada 4 Desember 1955. Ia anak ke-6 dari 10 bersaudara pasangan Abdullah Mandjan dan Yus Chairani. Ayahnya mantan Asisten Wedana dan ibunya guru Sekolah Rakyat (SR). Meskipun Ayahnya Asisten Wedana kala itu, Eddy Yusuf tidak serta merta merasakan enaknya menjadi anak pejabat. Sejak  kecil, ia “dipaksa” hidup mandiri oleh ayahnya.

Ketika lulus SD, pada usia 13 tahun, ia disuruh ayahnya hidup sendirian di Palembang, sementara orangtuanya di Baturaja. Tapi tempaan itu justru membuat Eddy Yusuf kecil jadi pribadi yang mandiri. Ia meneruskan sekolah SMP dan SMA, sambil bekerja. Uang kiriman orangtua tak disentuhnya sama sekali, melainkan ditabung. Ia ingin membuktikan bisa eksis.

Ia tak pilih-pilih pekerjaan. Apa saja dilakukan, asal mendatang kan uang halal. Ia pernah menjadi tukang cuci motor,petugas keamanan pasar,tukang pakir.semua nya dilakukan di luar jam sekolah.  

Karena lingkunganya beragam Eddy Yusuf banyak teman pergaulannya luas. Dalam setiap lingkungan yang di masukinya, Eddy selalu di pilih menjadi pemimpin oleh teman –temannya. Ia tumbuh sebagai  sosok yang menyukai tantangan dalam bekerja dan berkarya.

Pada tahun 1974,ketika masih duduk di bangku SMAN 3 Palembang,Eddy yusup mulai berfikir memasuki babak baru:ia ingin sekolah sambil berkerja secara formal. Ia kemudian melamar dan diterima sebagai tenaga honor daerah (Honda)di Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Ada dua tokoh birokrat yang berjasa dalam pengembangan karirnya saat itu, yakni HT Simandjuntak, Asisten Pembangunan, dan Datuk Leila siregar,Asisten Pemerintahan,pada era Gubernur H. Asnawi mangku Alam.Tugas Eddy saat itu adalah membantu semua pekerjaan kedua orang tersebut di rumahnya, sepulang sekolah. Mulai mengonsep pidato,merapikan berkas-berkas, dan lain-lain.

Perlahan-lahan Eddy Yusuf meniti karir sebagai birokrat dari bawah.Pada tahun 1978, ia akhirnya diangkat sebagai pegawai negeri sipil.Saat itu ia sudah kuliah di angkat III Fakultas Hukum,Universitas Sriwijaya. PAda tahun 1982, ketika  awal pembentukan PB-7 di sumsel, Datuk Leila siregar memintanya membantu menggerakkan organ BP-7 tersebut.Sampai akhirnya Eddy Yusuf menjadi ManggalaNasionalBP-7.

 Menjadi birkorat karir,mantan Manggala Nasional BP-7 , dan dosen di beberapa parguruan tinggi swasta di sumsel, membuat Eddy Yusuf sebagai sosok yang sangat kritis dandihormati koleganya. Ia teguh memegang prinsip.puncak karirnya terjadi pada tahun 2005, ketika Eddy Yusuf menjadi Bupati OKU. Ia juga menjabat Ketua Umum MKGR sumsel. Dalam bekerja dan bergorganisasi, ia memegang teguh prinsip tak ingin setengah-setengah.semua harus dijalankan secara total.Mengutamakan Pendidikan sewaktu kuliah di unsri,Eddy termasuk mahasiswa yang akktif.belum lagi bekerja ia juga bekerja sebagai tenaga honor daerah di Pemrov Sumsel.. Baru pada tahun 1980, ia berkenalan dengan suzzana farianty, yang tahu kemudian ia nikahi.

Dari pernikahan Eddy Yusuf-suzzana, keduannya dikarunia tiga orang putera. Putera pertamanya, Gilang ramadhan, kini kuliah di Fakultas Ekonomi, Monash, Kualalumpur, Malaysia. Putera kedua, garlan Ramadhan, kuliah di Fakultas Teknik Sipil universiatas Indonesia, Jakarta. Sedangkan si bungsu Gressa Ramadhanty, kini masih duduk di bangku SMA Kesuma Bangsa Palembang.

Pasangan ini menerapkan disiplin tinggi untuk urusan pendidikan kepada anak-anaknya. Saking pentingnya pendidikan, sampai-sampai ketikda eddy yusuf dilantik menjadi Bupati OKU, tidak satu pun dari ketiga anaknya yang hadir. Pasalnya, saat itu mereka sedang masuk sekolah atau kuliah.

Edi memang mengajarkan sekolah lebih penting, dan harga mati, “Hujan dan petir pun, istilahnya merka tetap harus sekolah dan itu nomor satu, “Kata Eddy.

Transformasi  Kepemimpinan Daerah

Eddy Yusuf menyakini, implementasi otonomi daerah, sebagai perwujudan dari UU NO.32 tahun 2004, menuntut suatu transformasi kepemimpinan daerah. Kedudukan dan peran kepala daerah sangat strategis.  Seorang kepala daerah harus mampu menerapkan pola kegiatan yang dinamik,aktif,dan komunikatif. Dengan kepemimpinan yang efektif,kepala daerah diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan paradigma baru otonomi daerah.dan Eddy terbukti mampu mentransformasikan diri dalam paradigma baru itu selama menjabat Bupati OKU. Mantan Gubernur Sumsel (1998-2003) laksda (purn) Rosihan Aryad
Menilai Eddy Yusuf adalah salah satu contoh kepala daerah unggulan. “Eddy Yusuf, seperti yang saya kenal, adalah sosok yang serius dalam setiap pembicaraan yang kita lakukan. Ia memiliki pandangan dan visi pembanggunan yang luas,” katanya.

Sementara itu mantan KSAD yang asal Sumsel, jendral TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu , melihat Eddy Yusuf sebagai pemimpin komunikatif dan dekat dengan rakyat. “saya melihat,pak Eddy Yusuf sebagai pemimpin yang dekat dan mampu membaur dengan rakyatnya,” katanya.

Dengan sosok seperti itu,wajar jika orang menilai Eddy Yusuf klop mendampingin Alex Noerdin memimpin Sumatera selatan untuk periode 2008-2013. keduanya seperti dwi tunggal. Alex noerdin adalah sosok pembaharu dan innovator, sedang Eddy Yusuf memahami jantung birokrasi dan rakyat.

RIWAYAR SINGKAT

Data Pribadi
   
Nama   : H.Eddy Yusuf, SH., MM
Tempat/tanggal lahir : Baturaja,4 Desember 1955
Agama : Islam
Alamat  : Jl. Hoki Blok C24/ NO. 1163, Kampus,Palembang 30137
Data Keluarga    
Nama Istri : Hj. Suzzana Farianty, SE., AK.
Tempat/Tangga lahir : Palembang,3 Desember 1956
Anak : 1. Gilang Ramadhan
    2. Garlan Ramadhan
    3. Grassa Ramadhanty

RIWAYAT PENDIDIKAN
1. SDN 4 Muaradua, kabupaten OKU. LULUS Tahun 1969
2. SMPN 4 Palembang .LULUS tahun 1972
3. SMAN 3 Palembang. Lulus tahun 1975
4. Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Lulus SI tahun 1982
5. Magister Manajemen STIE Artha Bodi Iswara. Lulus tahun 2002

RIWAYAT PEKERJAAN/JABATAN

  1. CPNS Setwida TK.1 Sumsel
  2. Staf Asisten 1 Setwida TK. 1 Sumsel
  3. Staf BP-7 DATI I Sumsel
  4. Pj. Kasi Evaluasi pada Bid. Pengkajian & Pengembangan BP-7
  5. Pj. Kasi ADM Pendidikan dan penataran BP-7 Sumsel
  6. Kassubag Umum BP-7 DATI I Sumsel
  7. Pj. Kepala BP-7 DATI II OKU
  8. Kepala BP-7 DATI II OKU
  9. Plt. Kamawil Hansip DATI II OKU
  10. Wakil Bupati OKU
  11. Bupati OKU
  12. Bupati OKU
  13. Wakil Gubernur Sumatera Selatan

PENGHARGAAN

  1. Satyalancana Wirakarya dari Presiden RI, 2004
  2. Manggala Karya Kencana Kelas II dari Presiden RI, 2004
  3. Satyalancana Karya Satya 10 Tahun dan 30 Tahun dari Presiden RI, 2002
  4. Pembina Terbaik Karang Taruna Tingkat Kabupaten se-Indonesia, 2006
  5. Dan lain-lain.

 
 
Prioritas Kaum Perempuan
Kamis, 02 September 2010

PALEMBANG - Luri Elza Alex Noerdin resmi menjadi Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2010-2013, menggantikan Dodi Reza Alex Noerdin. Putri ketiga Gubernur Sumsel ini terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XII di Balroom Aryaduta Palembang, Rabu (1/9).

Terpilihnya Luri sebagai ketua kali ini tanpa ada saingan. Dengan kata lain hanya dia sendirilah satu...

Selengkapnya...

Sea Games, Lompatan Jauh Sumsel
Senin, 30 Agustus 2010

2808hdp.jpg

Hari-hari terakhir ini merupakan hari yang sangat sibuk bagi Gubernur Sumsel H Alex Noerdin. Bagaimana tidak, dua proyek mercusuar Sumsel bakal dihelat sejak tahun ini. Pertama adalah Pesta Olahraga negara-negara Asia Tenggara (SEA Games XXVI), 11 November 2011 dimana Sumsel ditunjuk Presiden Sus...

Selengkapnya...

Lapas Pakjo Beri Remisi
Rabu, 18 Agustus 2010

J2.JPG

GUBERNUR Sumsel H Alex Noerdin (kedua dari kiri) didampingi Kementrian dan HAM Sudarmanto (kiri), memberikan remisi dalam memperingati HUT RI ke-65 di Lapas Kelas I Pakjo Palembang, Selasa (17/8).
Acara dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumsel, Sekda Prov Sumsel, Dandim 0418 serta jajaran Departemen Hukum dan...

Selengkapnya...

Dikelola Oleh : DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI & INFORMATIKA SUMATERA SELATAN